=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001240628 =005 20230609023309 =035 ##$$a 0010-0123000872 =006 aa g b 000 0 =007 ta =008 230609################b##########0#ind## =040 ##$$a UBDPAL$b ind$e rda =100 ##$$a Syahrul Ridha,$e Pengarang =245 1#$$a GEOREFERENCING MENGGUNAKAN ARCGIS 10.1 /$c Syahrul Ridha, S.Pd., M.Pd ; editor, Giovanny ; korektor, Skolastika Cynthia =250 ##$$a Edisi ke-1 =300 ##$$a viii, 216 halaman : $b ilustrasi ; $c 23 cm + 1 CD =504 ##$$a Bibliografi : halaman 211-212 =020 ##$$a 978-979-29-6597-1 =082 ##$$a 912.014 =084 ##$$a 912.014 SYA g =264 ##$$a Yogyakarta : :$b Andi,,$c 2018 =336 ##$$a teks$2 rdacontent =337 ##$$a tanpa perantara$2 rdamedia =338 ##$$a volume$2 rdacarrier =520 ##$$a Georeferencing merupakan proses pemberian/menentukan referensi spasial (spatial reference) pada data raster. Raster yang digunakan berupa citra satelit, foto udara, peta hasil scanning (peta analog), dan peta digital. Data tersebut belum mempunyai referensi spasial, sehingga perlu dilakukan georeferencing. Setiap raster citra satelit, foto udara, peta hasil scanning, dan peta digital, mempunyai keterkaitan dalam melakukan georeferencing. Misalnya, peta digital mempunyai sistem koordinat proyeksi dan geografis dapat digunakan untuk georeferencing citra satelit dan foto udara yang belum mempunyai sistem koor- dinat. Selain raster, data vektor dapat dimanfaatkan untuk melakukan georeferen- cing terhadap raster (citra satelit, foto udara, dan peta hasil scanning). Vektor yang digunakan berupa titik (point), garis (polyline), dan area (polygon). Buku ini menjelaskan berbagai cara/metode dalam melakukan georeferencing. Sehingga dapat memudahkan para kartografer memperoleh data geospasial yang mempunyai sistem koordinat. Tanpa data yang baik, proses analisis dan manipulasi data dalam SIG tidak dapat dilakukan. =850 ##$$a UBDPAL =990 ##$$a 00000006609 =990 ##$$a 00000008228 =990 ##$$a 00000008229 =990 ##$$a 00000008546 =990 ##$$a 00000009052 =990 ##$$a 00000009059